Wavy Tail

Saturday, April 25, 2015

Totok Aura Wajah by Salon Anata

batu giok
Banyak banget yang harus disiapkan menuju hari pernikahan, salah satunya perawatan tubuh (terutama dan yang paling utama biasanya si bride-to-be..hehe) 
Well, kali ini aku (as a bride-to-be.. :p) mau sharing pengalaman perawatan tubuh di salon Anata. Salon ini sudah sangat terkenal di Bandung dan sudah buka banyak cabang lho..Anata menyediakan perawatan dari mulai rambut, wajah dan seluruh tubuh.
Awal perawatan aku coba rangkaian totok aura wajah. Kenapa? Biar wajah nggak kelihatan kusut akibat pre-merital sindrom hehe..dan penasaran aja dengan metode batu gioknya (semacam batu akik yang lagi ngetren kah?! haha)
Sore itu aku memutuskan untuk ke salon Anata yang berada di Jl. Surya Sumantri. Sebelumnya aku sudah booking via telepon karena takutnya penuh dan ngantri lama. Tak lama setelah daftar aku langsung memasuki ruangan yang cukup nyaman. Dengan posisi terlentang, wajahku dibersihkan lalu dipijat kemudian diberi masker. Setelah itu barulah dibersihkan lagi dan dipijat menggunakan batu giok yg dingiiin banget, hasilnya wajahku jadi lebih kencang dan cerah..fresh banget! Otot-otot wajah terasa lebih rileks..dan untuk hasil yang optimal sebaiknya rutin perawatan minimal sebulan sekali.
Harga untuk sekali totok wajah yaitu 170ribu, belum termasuk tambahan vitaminC atau ganti jenis masker. Durasinya sekitar 90menit. Menurutku agak mahal sih tapi worth it kok, malah bikin ketagihan :p . Recommended deh!
Setelah ini aku mau sharing juga rangkaian perawatan lainnya. Sampai jumpa di postingan berikutnya! :)

Thursday, April 16, 2015

Kisah Singkat Bersama Tuan Palamarta

me & my future husband
Hi, there! Ini adalah tulisan pertama di blog pertamaku. Well, kenapa aku namakan Mrs.Palamarta...itu karena sebentar lagi, tepatnya 28 hari lagi aku akan menjadi seorang istri dari pria bernama Jiwa Palamarta ; seseorang yang aku temui kurang dari setahun lalu di sebuah kegiatan Free Barrier Tourism bersama teman-teman Napak Edutainment dan teman-teman penyandang disabilitas. Mungkin agak berlebihan, tapi menjadi seorang ibu Palamarta merupakan salah satu kebahagiaan terbesar untuk aku.
Awalnya biasa saja, malah sempat berpikir bahwa 'dia bukan tipe gue' haha. Sampai akhirnya kita sering bertemu, mengobrol, dan berkegiatan bersama, tak disangka pada bulan Oktober 2014 (lupa persisnya tanggal berapa) dia menyatakan bahwa dia ingin memiliki hubungan yang lebih serius, dia bertanya apakah aku mau menjadi calon istrinya..(wait..what?!) kita belum kenal satu tahun dan aku ini gadis berusia 22 tahun yang bisa dibilang masih (sangat) manja, yang biasanya cuma ditanya "Mau jadi pacarku nggak?" tapi saat itu tiba-tiba pertanyaannya berbeda. Kaget. Aku tidak langsung menjawabnya. Setelah berpikir panjang akhirnya aku jawab "Ya". Entah kenapa hanya dalam waktu singkat aku merasa yakin dengan pilihan ini. Sosok yang aku temukan dalam dirinya adalah seorang teman, kekasih, kakak, dan yang paling penting, sosok seorang bapak, lelaki seperti almarhum bapakku yang selama ini aku cari, ada padanya.
Seperti namanya, Jiwa Palamarta, ruh yang bijaksana ; kurang lebih itulah arti namanya. Seseorang dengan postur tubuh tegap dan kuat, berakhlak baik, juga pintar, berwawasan luas, humoris, manja tapi tetap bijakasana. Dia yang akan menjadi teman hidupku kelak. Aku yakin akan selalu ada masalah dalam hidup kami, tapi aku tak kalah yakin bahwa kami akan sanggup melewatinya bersama. Kini aku semakin tidak sabar untuk menjadi seorang ibu Palamarta :)